Kamis, 28 Juli 2011

Resensi Film High Lane


Bagikan tulisan ini ..
Liburan adalah saat yang tepat untuk melakukan sesuatu yang benar-benar berbeda dari rutinitas sehari-hari. Liburan adalah kesempatan untuk melepaskan diri dari ikatan rutinitas. Salah satu aktivitas yang cukup menarik adalah mengadakan perjalan ke tempat yang asing. Buat Chloe (Fanny Valette) dan Loic (Johan Libéreau), pilihan mereka jatuh pada acara mendaki gunung.

Kroasia adalah lokasi yang mereka pilih. Kali ini yang berangkat bukan hanya Chloe dan Loic saja. Guillaume (Raphael Lenglet), Karine (Maud Wyler), dan Fred (Nicolas Giraud) juga ikut dalam perjalanan ini. Seharusnya perjalanan ini adalah perjalanan yang menyenangkan namun ternyata ada saja yang menjadi halangan mereka.

Pertama, jalur pendakian ternyata tertutup reruntuhan dan tak mungkin melanjutkan pendakian. Fred yang juga pendaki profesional lantas mengusulkan untuk melanjutkan pendakian. Awalnya mereka semua menganggap perjalanan ini akan mudah namun seiring waktu ternyata pendakian kali ini tak semudah yang mereka bayangkan. Bukan hanya tak mudah namun ada risiko nyawa melayang karena beberapa kecelakaan yang terjadi, belum lagi ternyata mereka bukanlah satu-satunya yang ada di gunung itu.

Sebenarnya tak ada hal baru yang ditawarkan lewat HIGH LANE yang sejatinya berjudul VERTIGE ini. Inti ceritanya cukup sederhana, yaitu pendakian gunung yang berakhir bencana meski ada sedikit twisted plot. Namun itu tak lantas membuat HIGH LANE bisa dilupakan begitu saja. Masih ada beberapa poin yang membuat film ini jadi menarik. Salah satunya adalah ketegangan yang dibangun oleh Abel Ferry, sang sutradara.

Sang juru kamera mampu mengambil sudut yang tepat dari adegan yang dirancang sang sutradara sehingga adegan itu terasa benar-benar menggigit. Cukup mengagumkan mengingat ini adalah film layar lebar pertama Abel Ferry yang sebelumnya lebih dikenal sebagai sutradara video musik dan iklan. Abel memang sempat mengerjakan beberapa proyek film televisi dan film pendek namun belum pernah mengerjakan full feature film seperti ini.

Meski tak ada yang terlalu istimewa dengan naskah film ini namun hasilnya cukup efektif. Para pemeran dalam film ini bermain cukup bagus meski permainan mereka mungkin tak akan menghasilkan piala Oscar untuk mereka. Setidaknya, mereka tampil cukup meyakinkan sebagai karakter yang mereka bawakan. Sayangnya, munculnya seorang psikopat yang ada di tengah alur kisah tambah memberikan ketegangan pada film ini. --disadur dari kapanlagi.com--

Starring: Fanny Valette, Johan Libéreau, Raphaël Lenglet, Nicolas Giraud, Maud Wyler, & Justin Blanckaert
Director: Abel Ferry
Runtime: 90 minutes

1 komentar:

novia ratnawati mengatakan...

I really nice if i have read your blog..
Thank for your information..

from MaBa FKIK UMY 2012

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...