Selasa, 09 Agustus 2011

Akibat Salah Kata, Akhirnya Malu Sendiri


Bagikan tulisan ini ..
Kali ini saya mau sharing sebuah cerita yang saya dapatkan juga dari kawan saya di Facebook. Kisah ini mengenai seorang lelaki tua yang memiliki hobi memelihara banyak burung. Pada suatu pagi, semua burung kesayangannya hilang. Merasa aksi pencuri sudah keterlaluan, si lelaki tua membawa masalah itu dalam pertemuan mingguan di kampungnya.

Peringatan ! Sebelum anda membaca lanjutan kisah ini, ada baiknya anda berprasangka baik terlebih dahulu. Dan juga cerita ini merupakan HUMOR belaka. Tidak ada maksud menjelek-jelekkan siapapun. Dan peringatan lagi bagi anda dibawah 17 tahun jangan membaca lanjutan cerita ini (pasti pada penasaran yang akhirnya juga membaca lanjutannya). Baiklah untuk menghindari pembaca salah sasaran maka saya kaburkan tulisannya silahkan anda sorot tulisan dibawah ini untuk membacanya.

Lelaki tua tersebut berkata “Siapa di sini yang punya burung?”
Sontak seluruh penduduk laki-laki segera berdiri.

Menyadari kesalahannya dalam bertanya, lelaki itu menambah: “Bukan itu maksud saya. Maksud saya adalah siapa yang pernah lihat burung?”
Seluruh penduduk wanita pun berdiri.

Menyadari pertanyaannya masih tidak tepat, dengan muka merah padam dia menyambung, “Maaf, bukan itu maksud saya.”
Sekali lagi dia bertanya.

“Maksud saya, siapa di antara kalian yang pernah lihat burung yang bukan milik sendiri?”
Separuh penduduk wanita berdiri.

Muka lelaki tua itu makin merah. Ia makin gugup. “Maaf sekali lagi, bukan ke arah itu pertanyaan saya. Maksud saya adalah, siapa yang pernah lihat burung saya?”
Lalu… Isteri lelaki itu pun pun berdiri… dan seorang wanita lain…
Maka kali ini muka sang isteri merah padam.

Akhirnya lelaki itu pun terpaksa melarikan diri karena malu...
Menyesal dia bertanya --

Dari cerita ini seharusnya kita mengambil pelajaran untuk memikirkan setiap perkataan yang keluar dari lisan kita. Jangan sampai kita ingin menyampaikan sesuatu yang membuat orang yang bingung. Maka mulailah berkata - kata dengan baik, benar, dan jelas sehingga apabila kita menyampaikan sesuatu akan tersampaikan dengan baik kepada pendengar. Mari kita introspeksi diri bersama..

1 komentar:

Arief Rivai mengatakan...

Hahaha...
Nice joke.. :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...