Minggu, 07 Agustus 2011

Al-Quran Terbesar ada di Mesjid Raya Makassar


Bagikan tulisan ini ..
Subhanallah. Itulah kata pertama yang terucap dari lisan ku ketika melihat satu dari enam Al-Qur'an terbesar di Asia Tenggara. Mungkin anda pernah melihatnya juga dari tayangan televisi. Tapi saya melihatnya langsung dengan mata dan kamera saya.

Waktu itu saya bersama ibu dari buka puasa di tempat teman ibu, akhirnya setelah pulang dari buka puasa kami memutuskan untuk shalat tarawih di Mesjid Raya. Saya lalu memacu motor ke Mesjid Raya Makassar yang terletak di Jl. Mesjid Raya.

Waktu sudah menunjukkan hampir Isya, kami pun segera mengambil air wudhu dan saya pun berpisah dengan ibu, karena shaf untuk laki - laki di lantai 2 sedangkan shaf perempuan di lantai 1.

Saya langsung naik tangga menuju lantai 2, saya keheranan melihat banyak orang yang berkumpul sambil melihat sesuatu benda yang terlindungi dalam sebuah bingkai kaca. Saya pun ikut melihat dan ternyata Subhanallah, ada Al-Qur'an 'Akbar' yang tersimpan dalam bingkai kaca tersebut.




foto - foto Al-Qur'an 'Akbar' di Mesjid Raya Makassar (dok:pribadi)

Tak jauh dari bingkai kaca tersebut terdapat keterangan mengenai asal - usul beserta proses pembuatan Al-Qur'an 'Akbar' ini. Al-Qur'an 'Akbar' ini merupakan koleksi Yayasan Mesjid Raya Makassar. Al-Qur'an ini memiliki ukuran 1 x 1,5 meter persegi dengan berat 584 kg dengan bingkai kaca yang terbuat dari kayu jati khusus yang dikeringkan selama 7 bulan agar tahan ratusan tahun. Al-Qur'an ini terdiri dari 605 lembar, dengan 6.666 ayat, 114 surah, dan berjumlah 30 juz.

Setelah mengetahui ukuran dan bagian dari Al-Qur'an 'Akbar' tersebut, sekarang kita membahas bahan - bahan pembuatannya. Kertas yang dipakai untuk Al-Qur'an ini menggunakan kertas berkualitas buatan perusahaan kertas Perum Peruri. Sedangkan tinta yang dipakai terbuat dari campuran tinta bak china, dan cairan air teh kental.

Adapun alat tulis yang digunakan untuk membuat Al-Quran ini antara lain : (1) tinta teh berfungsi agar tinta tetap awet melekat pada kertas, (2) tulisan ayat berwarna hitam digunakan spidol khusus, (3) tinta disapukan dengan menggunakan kuas khusus yang dibuat dari bambu, (4) tinta yang dibutuhkan belasan liter dan ratusan spidol.

Pencetus pembuatan Al-Qur'an ini adalah Yayasan Al- Asy'ariah Kalibeber, Wonosobo Jateng. Sedangkan lama penulisan Al-Qur'an ini adalah 12 bulan (satu tahun) dengan penulis utama K. H. Ahmad Faqih Muntaha (Anak dari K.H. Muntaha Al-Hafidz). Adapun prosesi penulisan Al-Qur'an 'Akbar' ini tidak sembarangan, karena dari data yang saya dapatkan prosesi penulisan ini (1) membutuhkan ketekunan yang amat besar dan penghayatan yang mendalam, (2) melakukan puasa Dalail selama penulisan Al-Quran ini (puasa dalail adalh puasa rutin tanpa sela kecuali hari tasyrik), (3) senantiasa menjaga wudhu selama penulisan (kenapa harus menjaga wudhu, agar penulis dapat ditenangkan hatinya oleh Allah SWT, sehingga mutu penulisan Al-Qur'an tetap konsisten dan dijauhkan dari godaan syaitan).

Pasti dari penjelasan diatas anda bertanya - tanya, bagaimana bisa Al-Qur'an ini ada di Mesjid Raya Makassar ? Jadi bapak H. M. Aksa Mahmud (Dewan Pembina Yayasan Mesjid Raya) memesan Al-Qur'an ini untuk disumbangkan kepada Yayasan Mesjid Raya guna menjadi koleksi disamping itu kehadiran Al-Quran ini juga dapat menarik jamaah sehingga melaksanakan shalat di Mesjid Raya. Sedangkan proses pengangkutan Al-Qur'an ini hingga tiba di Makassar, dimulai dari pengangkutan Kalibeber, Wonosobo menuju ke Surabaya dengan menggunakan angkutan darat, kemudian Surabaya ke Makassar melalui angkutan kapal laut.

Al-Qur'an 'Akbar' ini merupakan satu dari enam Al-Qur'an yang berhasil di produksi oleh Yayasan Al-Asy'ariah. Adapun lima Al-Qur'an lainnya tersebar di berbagai tempat antara lain: (1) Al-Qur'an pertama dibuat pada tanggal 5 Juli 1994 dan diserahkan kepada Presiden RI, (2) Al-Qur'an kedua disimpan di Istana Negara, (3) Al-Qur'an ketiga dipesan oleh H. Sutiyoso (Mantan Gubernur DKI Jakarta), (4) Al-Qur'an keempat dipesan oleh H. Mardiyanto (Mantan Gubernur Jawa Tengah), (5) Al-Qur'an kelima dipesan oleh Sultan Hasanah Bolqiah (Brunei Darussalam), sedangkan (6) Al-Qur'an keenam ini dipesan oleh H. M. Aksa Mahmud dan disumbangkan untuk yayasan mesjid raya Makassar.

Alhamdulillah, setelah membaca informasi tersebut rasanya kita sekali lagi melihat kekuasaan sang pencipta yang memberikan kemampuan kepada hamba-Nya untuk menuliskan firman-firman-Nya dalam bentuk yang luar biasa.


Jamaah Mesjid Raya Makassar saat mendengarkan ceramah sebelum shalat tarawih

Setelah cukup lama memandangi Al-Qur'an 'Akbar' tersebut, saya kemudian merapat ke dalam shaf dan mengikuti shalat Isya diselingi dakwah Islamiyah yang dibawakan oleh Prof. Dr. Muhammad Badrawi Ajri, M.A. dengan topik ceramah "Korupsi membawa Kesengsaraan". Setelah ceramah akhirnya dilanjutkan dengan shalat Tarawih 8 rakaat ditambah witir 3 rakaat.

Saya tak henti-hentinya berucap syukur kepada Allah SWT, karena telah ditunjukkan Al-Qur'an 'Akbar' ini ditambah lagi telah selesai melaksanakan shalat tarawih yang memasuki tarawih malam kelima.

Demikian tulisan ini saya buat, tidak ada maksud untuk menyinggung siapapun. Namun saya bermaksud untuk menggugah anda akan kebesaran Allah SWT dengan salah satu buatan dari hamba-Nya. Disamping saya menulis, saya tentunya sangat ingin untuk berbagi informasi dengan anda, dan beginilah adanya. Wassalam.

0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...