Senin, 29 Agustus 2011

Ketupat Lebaran 3,5 Jam


Bagikan tulisan ini ..
Alhamdulillah akhirnya kita selangkah lagi menyelesaikan salah satu rukun Islam kita, yakni berpuasa pada bulan Ramadhan. Maaf saya baru menulis lagi dan mengabarkan bahwa, Alhamdulillah saya sehat dan baik-baik saja. Kali ini saya akan berbagi mengenai ketupat lebaran.

Tentunya ketupat merupakan kuliner WAJIB untuk berhari raya, baik itu idul fitri maupun idul adha. Sejak tengah malam ibu sudah menyiapkan ketupat untuk dimasak, kata ibu jam setengah 1 malam ketupat sudah direbus, dan selesainya pukul 3 mendekati 3.30 subuh.

Saya bangun tengah malam sekitar pukul 1 tengah malam, ternyata ibu baru saja merebus ketupat. Memang sedari pagi ibu sudah pergi ke pasar dan membeli ketupat. Sepulangnya dirumah ibu merendam ketupat dalam baskom besar, katanya sih supaya kulit ketupatnya kassak (dalam bahasa Indonesia = kuat) ketika direbus. Karena tidak jarang orang yang masak ketupat, tapi akhirnya harus gagal karena berasnya terhambur keluar disebabkan ketupat yang lembek. Setelah ketupat di rebus ibu meminta saya untuk melihat ketupatnya bila sewaktu - waktu airnya tinggal sedikit.

Akhirnya saya menunggui ketupatnya, tiap 30 menit saya mengecek keadaan ketupatnya. Saya dua kali menambahkan segayung air kedalam rebusan ketupat. Sambil memperhatikan airnya, saya pun memperhatikan juga kondisi nyala apinya. Maklum yang kami gunakan adalah kompor pembagian pemerintah, pada waktu sosialisasi penggunaan tabung Elpiji 3kg.

Nyala kompor dan air rebusan semuanya stabil, dan akhirnya masuk waktu sahur ketupatnya sudah ada yang matang, ibu mengambilnya dan membelahnya dan alhamdulillah ketupatnya sudah matang namun masih mau tunggu sedikit lagi. Kami menikmati santap sahur terakhir di bulan Ramadhan 1432 H ini. Saya pun menikmati ketupat yang udah matang tersebut didampingi dengan abon sapi sebagai lauknya.


Juragan Chaedar menjemur Ketupat (foto sebelah kiri); Nyamanna menikmat Ketupat (foto sebelah kanan).

Alhamdulillah akhirnya ketupat 3,5 jam sudah selesai dan telah dijemur serta siap disantap pada saat buka puasa. ^_^ Semoga Ramadhan tahun depan kami dapat berkumpul lagi bersama.


Ketupat yang bergelantungan menanti Hari Raya.

4 komentar:

tomi mengatakan...

selamat hari raya idul fitri ya mas.. mohon maaf lahir dan batin

Aryo Seno mengatakan...

Tahun ini saya tanpa ketupat hehehe

Zona Baru mengatakan...

Selamat hari raya idul fitri....
mohon maaf lahir batin...
kunjungan pertama gan....
ditunggu kunjungan baliknya....

Yacob mengatakan...

Selamat Idul Fitri...

Sekedar blogwalking setelah melihat komunitas Blogger Jogja... kapan2 mampir ke tempat saya juga ya, di http://yacob-ivan.blogspot.com

Terima kasih.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...