Jumat, 22 Juli 2011

Ibuku Chef Terhebat

Ujungpandang, 22 Juli 2011

Ternyata ibunya Fikar itu CHEF yah ? Pasti pertanyaan itu yang terlintas di benak anda ketika membaca judul tulisan ini. Atau bahkan anda tersasar di tulisan ini karena penasaran dengan judul yang menggugah selera itu ?! Nah loo..

Saya terinspirasi menggunakan judul itu dari ungkapan kegembiraan si Ocha (adik saya yang keempat) yang berkata pada ibu "Memang, Ibu saya Chef Terhebat !". Sontak saya senyum - senyum mendengarnya, dapatkah anda bayangkan ungkapan tersebut keluar dari mulut kecil anak kelas 4 SD. Kita tahu kalau anak kecil gak mungkin bohong kan ?

Dan setelah melihat berbagai masakan yang dibuatkan oleh ibuku, pasti para pembaca sekalian akan ngiler. Bahkan kalau para pembaca juga pinter masak, maka tanpa pikir panjang gambar tersebut langsung di save dan dipraktekkan. Hehehe..

Sebenarnya tulisan ini sudah lama sekali saya mau buat, namun karena terkendala koneksi internet dalam beberapa hari lalu ditambah lagi kesibukan, maka baru saya sempat untuk menuliskannya.

Liburan adik - adik memang tak lama, terbukti sekarang mereka sudah kembali ke sekolah namun demikian setidaknya liburan mereka diisi dengan Pesta Kuliner, walaupun ibuku cukup sibuk namun di pagi hari ia selalu meluangkan waktunya berkutat di dapur dengan menu yang variatif setiap harinya.

Outbound bersama Resident UNIRES Putra UMY

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh semua resident waktu itu, walaupun harus bangun pagi - pagi sambil ngucek - ngucek mata, tapi kegiatannya sangat bermakna sekali. Ini kisahnya , apa kisah kamu ?

Pagi hari tanggal 26 September 2010 , sebelum Sang Fajar menyingsing dan memancarkan sinarnya . Kami anak UNIRES Putra UMY telah mempersiapkan diri untuk mengikuti Outbound yang diadakan oleh pengelola UNIRES Putra UMY.

Pada pukul 05.00 WIB , kami telah berkumpul di halaman depan UNIRES Putra dan berbaris menurut Ushro masing - masing . Setelah kami berkumpul , maka kami menuju ke Student Center UMY . Di samping Student Center UMY , kami kembali berbaris dengan posisi yang sama bersama teman - teman Ushro masing - masing .

Perjalanan ke Makassar dimulai

Cerita perjalanan ini saya alami tepatnya pada liburan Ramadhan 1431 H, kala itu kami sekeluarga pulang ke Makassar untuk ber-idul fitri bersama. Bagaimana kisahnya simak tulisan ini.

Mungkin bagi sebagian besar orang berlibur ke kampung halaman selama 10 hari adalah hal yang membuang - buang uang . Dalam arti kata bahwa , buat apa hanya 10 hari kok harus bersama - sama pulang kampung ke Makassar.

Hal ini tentunya sudah dipikirkan matang - matang dengan berbagai pertimbangan . Bahkan , hal ini telah saya konsultasikan dengan bunda beberapa minggu sebelum keberangkatan , bahkan beberapa kali tiket yang telah di booking dilepas kembali karena belum ada kepastian dari urusan yang hendak diselesaikan di Jakarta.

My Ied 1431 Hijriah Story

Walaupun sebagai tugas bahasa Inggris yang telah saya kumpulkan sebagai nilai tugas, namun tulisan ini 100% berasal dari keseharian yang saya alami ketika berada di Makassar selamat 10 hari. Cerita ini saya awali dari perjalanan saya dari Jogja ke Depok hingga perayaan idul fitri 1431 H yang jatuh pada tanggal 10 September 2010.

Semoga cerita kali ini memberi anda inspirasi untuk menulis lebih baik dari tulisan saya ini. Karena bercerita dan menorehkan kisah melalui tulisan akan abadi dalam kenangan daripada berlalu begitu saja.

Kelas 3 IPA 1 SMAN 1 Makassar Angkatan 2009

Tiada masa paling indah, masa - masa di sekolah. Sebaris lirik dari lagu Chrisye Kisah Kasih di Sekolah tentunya tepat menggambarkan kenangan kami ketika berada di penghujung masa peralihan kami. Yah, kala itu kami betul-betul merasakan masa - masa yang indah bersama teman - teman yang saling menyemangati satu sama lain.

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan memang sebuah hukum alam yang tak terbantahkan, namun alangkah baiknya kalau kita berpisah dengan meninggalkan kenangan manis di hati teman - teman kita. Walaupun mungkin sekarang kami sudah menjalani jalan hidup masing - masing, namun tentunya ikatan batik itu masih tetap ada.

Saya kembali teringat ketika menelusuri folder-folder di komputer yang sudah mulai berdebu. Akhirnya saya menemukan foto bersama dengan wali kelas kami tercinta bapak Ahmad Haya. Semoga beliau senantiasa diberi kesehatan dan dilimpahkan rahmat oleh-Nya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...