Jumat, 11 Juli 2014

Paduan Harmonis Novel Le Mannequin dan Mini GK


Bagikan tulisan ini ..
Judul : Le Mannequin (Hatiku Tidak Ada di Paris)
Penulis : Mini GK @miniGeKa
Penerbit : DivaPress
Tahun terbit : Cetakan pertama, Juli 2014
Jumlah halaman : 361 halaman
ISBN : 978-602-255-588-9
Harga : Rp 45.000







Satu lagi persembahan dari seorang Mini GK, novel Le Mannequin (Hatiku Tidak ada di Paris), setelah sebelumnya novelnya yang berjudul Stand By Me (Kau dan Aku Tak Terpisahkan) berhasil cetak ulang. Selamat, selamat.

Menarik. Mengharukan. Romantis. Cerdas. Mengejutkan. Itulah kira-kira kata yang dapat diungkapkan untuk  memuji novel ini. Tidak heran jika sastrawan sekelas Ahmad Tohari berani bilang: ‘Dengan manis, lewat cerita ini Mini Gk menyajikan romansa yang sangat menyentuh. Benar-benar sebuah novel populer yang enak dibaca dan kaya sajian; sebuah karya yang mengesankan dari seorang pendatang baru’.

Maka dua jempol buat karya barunya, Mbak. Desain covernya yang cantik, membuat orang-orang yang melihatnya di toko buku langsung ingin membawanya ke kasir. Ceritanya juga tidak membosankan.

Novel ini bercerita tentang seorang gadis desa nan polos bernama Sekar Purnomo yang bercita-cita menjadi seorang desainer terkenal. Tentu tidak mudah untuk mewujudkan hal itu. Beruntung, dorongan semangat dan dukungan terus mengalir untuk dirinya, meski kejamnya cobaan tak henti-hentinya datang menghadang.

Lukman Nur Hakim, adalah tokoh protagonis sekaligus antagonis. Tidak punya pendirian namun tetap saja menarik. Berbeda dengan Candra Kusuma, teman kecil Sekar Purnomo yang mengajarkan Sekar banyak hal tentang kunci-kunci kehidupan. Lalu, Yasak Orlando, siapa sangka putra sulung Diamanta ini bisa begitu berpengaruh besar dalam karir Sekar Purnomo. Lelaki berdarah Sunda-Jerman ini menjadi magnet yang membuat kita betah merampungkan novel dan berakhir dengan pertanyaan: Lho habis? Ada sekuelnya nggak nih?

Perempuan-perempuan cantik; Megi dan Sabinta, asli pintar banget menaruh tokoh ini. Jahat tapi berkelas.
Bersetting di banyak tempat; Gunung Kidul, Dago, Jakarta, Paris; dan setiap setting selalu ada sentuhan bahasa setempat. Mantap. Apa lagi sisipan bahasa-bahasa daerah itu menambah kosa kata baru.

Semua yang tersaji dalam novel ini menarik, meski ada beberapa adegan yang menjengkelkan.  Interaksi para tokoh dibangun dengan seperti dalam kehidupan nyata, membuat kita nyaman karena merasa pernah melihat atau mengalaminya.

Pada intinya, Mini GK berhasil menuliskan karya berkelas dan patut diacungi jempol. Tekniknya matang serta penyampaiannya yang tidak berbelit-belit . Dari Novel Le Mannequin ini terlihat paduan harmonis dengan penulisnya Mini GK yang saya kenal memiliki kemampuan untuk menghidupkan suasana melalui karyanya. (@kabarfikar)

1 komentar:

Cupuwatu Resto Tempat Kuliner Khas Jogja mengatakan...

wah ternyata #LeMannequin nya mbak Darmini udah nyampe sini aja

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...